Jumat, 15 Februari 2013

Anatomi dan Morfologi Tumbuhan



Anatomi dan Morfologi Tumbuhan

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan apendiks pada tubuh tumbuhan?
Apendiks adalah akar yang berbentuk tonjolan yang berfungsi membantu berdirinya tubuh tumbuhan. Apendiks ini kadang bersifat permanen dan kadang tidak, tergantung tumbuhannya.

2.      Apa yang dimaksud dengan stele?
Stele adalah Sistem jaringan pengangkut. Susunan berkas pengangkut pada batang merupakan penyebab terjadinya struktur anatomi batang. Susunan antara fluem dan xilem dapat membentuk berkas pengangkut dan dikatakan :
a.       berkas pengangkut primer : bila tersusun oleh xilem dan floem primer
b.      berkas pengangkut sekunder : bila tersusun oelh xilem dan floem sekunder.
Stele adalah jaringan pengangkut primer yang terdiri dari satuan berkas pengangkut serta jaringan dasar pendukungnya (mis: empulur, perisikel dan jaringan interfasikuler)
Teori Stele adalah “Bahwa pada prinsipnya batang dan akar susunannya sama, yaitu stele di tengah dibungkus oleh korteks”.
Lapisan silinder pusat ini terdiri atas dua bagian.
a.      Perisikel atau perikambium
Lapisan silinder pusat ini bersifat meristematis. Sel-sel pada lapisan perikambium aktif membelah dan menghasilkan sel-sel yang baru. Kemampuan meristematis inilah yang mengakibatkan batang tumbuhan dikotil dapat tumbuh besar. Sifat meristematis ini juga dapat diambil manfaatnya untuk memperbanyak tumbuhan, yaitu dengan cara mencangkok. Pada kegiatan mencangkok, kulit tumbuhan dan kambium harus dibersihkan agar akar dapat tumbuh pada tempat yang dicangkok. Budidaya tanaman dengan cara mencangkok dapat dimanfaatkan untuk diambil nilai ekonomisnya.
b.      Berkas pengangkut, terdiri atas xilem dan floem.
Di antara xilem dan floem terdapat kambium intravaskuler. Kambium ini menyebabkan pertumbuhan sekunder berlangsung terus-menerus, tetapi pertumbuhan sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan. Pada saat air dan zat hara tersedia cukup, yaitu pada musim penghujan, maka pertumbuhan sekunder terhenti. Jika keadaan lingkungan tidak mendukung, maka pertumbuhan sekunder berlangsung lagi. Demikian silih berganti sehingga menyebabkan pertumbuhan sekunder batang tampak berlapis-lapis. Setiap lapis terbentuk selama satu tahun dengan bentuk melingkar konsentris mengelilingi pusat. Lingkaran konsentris tersebut dinamakan lingkaran tahun.
Berdasarkan letak berkas pengangkut dalam tubuh tumbuhan danhubungannya dengan jaringan dasar, stele dibagi menjadi beberapa tipe adalah (Menurut pola penyebaran berkas pengangkut dan ada/tidaknya jendela daun) adalah
1.      Protostele
Protostele merupakan tipe yang paling primitive. Jaringan pembuluh di bagian tengahnya terdiri atas xylem yang dikelilingi oleh floem. Umumnya pada Pteridophyta dan beberapa tumbuhan air anggota Angiospermae.
a.       Protostele haplostele adalah xilem merupakan lingkaran utuh atau penuh tanpa empulur dikelilingi floem.
Contoh : Rhynia, Selaginella
b.      Protostele aktinostele : xilem merupakan bagian yang berbentuk bintang, mempunyai jari-jari yang keseluruhannya dikelilingi floem. Tidak ada empulur.
Contoh : Psilotum
c.       Protostele plektostele : xilem di tengah membentuk lempengan-lempengan yang masih berhububgab, tanpa empulur, keseluruhannya dikelilingi floem.
Contoh : Lycopodium
d.      Protostele campuran : xilem merupakan bagian yang terpisah-pisah dan masing-masing bagian dikelilingi oleh floem.
2.      Sifonostele
Sifonostele adalah stele berbentuk pita, tanpa jedela daun/kalau ada hanya kecil. Xilem di tengah, di tengah-tengah stele terdapat empulur dan di luar xylem terdapat floem.
Berdasar pola penyebaran xilem dan floem dibedakan menjadi :
a.       Sifonostele ektoflois : bila floem hanya terdapat di sebelah luar silinder xilem.
b.      Sifonostele amfiflois (Solenostele) : floem terdapat baik di sebelah luar maupun sebelah dalam xilem (ada floem dalam).
3.      Diktiostele
Diktiostele adalah stele berbentuk pipa dengan jendela daun yang besar dan berhimpiotan, sehingga sistem jaringan pengankut tersusun seperti jala dan tiap segmen berupa berkas pengangkut konsentris.
Contoh : pada Pteriophyta dan beberapa Dicotyledoneae
4.      Eustele .
Eustele adalah stele yang sistem jaringan pengangkutnya kolateral atau bikolateral dengan jendela daun dan jaringan interfasikuler tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Contoh : pada Gymnospermae & Dicotyledoneae
5.      Ataktostele
Stele dengan sistem jaringan pengangkut tersebar.
Contoh : batang tumbuhan Monocotyledoneae (Zea mays, Saccharum sp, Oryza sp).
Biasanya antara bagian kortex dan stele tidak dapat dibedakan, karena berkas pengangkut sampai di dekat epidermis.
6.      Aktinostele
Aktinostele adalah Stele yang khusus terdapat pada akar, di mana berkas pengangkut-nya radial.
7.      Polistele
Pada sebagian besar tumbuhan hanya terdapar satu lingkaran endodermis yang membatasi stele dengan korteks. Pada kasus yang terjadi, batang atau akar mempunyai lebih dari satu stele. Kondisi seperti inilah yang disebut polestele.
8.      Solenostele
Solenostele merupakan modifikasi dari sifonostele dengan adanya jendela daun yaitu bagian parenkimatis yang terdapat langsung di atas pembelokan berkas pengangkut yang menuju ke daun. Pada solenostele, jendela daun pendek dan tidak ada tumpang tindih antara jendela daun yang satu dengan lainnya. Solenostele dibedakan menjadi dua yaitu
a.       Solenostele amfifloem, yang lebih maju terdapat jendela daun yang overlap satu sama lain dan disebut diktiostele. Pada stele terdapat jaringan silindris yang mempunyai struktur konsentris yang terdiri atas xylem di bagian sentral, dikelilingi oleh floem. Dari sudut pandang anatomi, stele ini adalah berkas pengangkut amfikibral.
b.      Solenostele aktofloem, yang berkembang secara evolusioner menjadi eustele.

Jendela daun adalah bagian dari batang di atas percabangan berkas pengangkut ke arah daun/cabang, di mana bagian tersebut tidak mengandung berkas pengangkut. Berkas pengangkut yang menuju ke daun akan melewati korteks batang sehingga berkas pengangkut tersebut disebut dengan berkas pengangkut kortikal. Sedang stele yang menuju ke daun disebut meristele atau runutan daun atau leaf trace, ang menuju cabang disebut “runutan cabang”
Menurut jumlah runutan daun per daun, buku-buku batang disebut unilakunar, trilakunar & multilakunar.

 
Unilacunar node

Tipe-tipe berkas pengangkut
Tipe konsentris;
a. k. amfikribral
b. k. amfivasal
2. Tipe kolateral
a. k. tertutup
b. k. terbuka
3. Tipe bikolateral

4.Tipe radial
           
Tipe-tipe stele
  
Protostele haplostele   p. aktinostele               p. plektostele               p. campuran
     
Sifonostele                              Solenostele                  Diktiostele
        
    Eustele                    Ataktostele         Aktinostele

3.      Apa perbedaan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan?
Pertumbuhan Primer, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer. Titik tumbuh primer terdapat pada ujung akar atau ujung batang. Titik tumbuh primer telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Ujung akar dan ujung batang tempat terjadinya pertumbuhan merupakan daerah meristem apikal. Pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang.
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secaran kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer.
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
a.a.Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
b.b.Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
c.c.Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
Gambar 1.3 Pertumbuhan primer pada ujung batang dan akar.
Pertumbuhan Sekunder, merupakan pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan jaringan kambium. Jaringan kambium bersifat meristematik, yaitu sel-selnya selalu aktif membelah. Kambium hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar. Pada tumbuhan dikotil berkayu, pertumbuhan sekunder terjadi karena adanya aktivitas sel-sel meristem diantara xilem dan floem. Xilem dibentuk ke arah dalam dan floem dibentuk ke arah luar. Pertumbuhan di bagian dalam lebih cepat daripada pertumbuhan di bagian luar, sehingga mengakibatkan jaringan epidermis dan korteks pada kulit terluar akan rusak (pecah).
Gambar 1.4 Pertumbuhan sekunder pada batang dikotil.

4.      Apa yang dimaksud dengan organela?
Organel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

5.      Bagaimana karakteristik vakuola pada tumbuhan?
         Sel tumbuhan dewasa umumnya memiliki satu vakuola besar meliputi 90% dari bagian sel. Membran vakuola disebut tonoplas, merupakan membran selektif permeabel, yang memisahkan sitosol dengan larutan dalam vakuola yang komposisinya berbeda dengan sitosol. Vakuola  berisi berbagai bahan organic dan nonorganic seperti gula, protein, asam organic, fosfatida, tannin, pigmen flavonoida dan Ca-oksalat. Beberapa senyawa di dalamnya ada yang padat misalnya Ca-oksalat.
Sel  meristem mempunyai vakuola kecil. Adanya pertumbuhan dan diferensiasi akan menyebabkan vakuola membesar dan menjadi besar di bagian tengah sel(vakuola sentral)
         Vakuola merupakan ruangan serba guna, berfungsi membangun turgor sel dengan cara memasukkan air melalui tonoplas, merupakan tempat menyimpan senyawa organik dan anorganik seperti protein, butir pati, sukrosa, garam, mineral, pigmen merah dan biru serta fruktosa yang disimpan dalam butir inulin dan sewaktu-waktu dapat digunakan oleh sitoplasma. Beberapa tanaman juga menggunakan vakuola sebagai tempat pembuangan sisa metabolisme yang membahayakan sel itu sendiri, karena vakuola kadang-kadang menghasilkan enzim hidrolitik yang dapat berperan seperti Lisosom pada sel hewan. Jika sel  mati tonoplas kehilangan sifat selektif permeabelnya sehingga enzim hidrolitik lolos dan mengakibatkan penghancuran diri sel.
         Tanaman tertentu yang menghasilkan getah lateks, alkaloid, tanin, minyak  terpentin menyimpannya di dalam vakuola. Pada tanaman karet dan tanaman lain yang menghasilkan lateks, memilliki penampungan khusus untuk menyimpan lateksnya di dalam organel yang disebut Lasifer.

6.      Sering dijumpai daun warna merah dan ungu. Apakah daun tersebut punya klorofil? Dan dimana letaknya?
Pigmen tumbuhan ditemukan dalam plastida dan vakuola. Daun yang berwarna merah disebabkan karena adanya karotenoid. Selain itu, pada vakuola antosianin juga memberikan warna ungu dan merah.
Klorofil pada daun tetap ada yaitu berada di jaringan palisade dan jaringan spon. Walau terdapat lebih banyak kromoplas karena di daun berwarna merah atau ungu.

7.      Mengapa asam oksalat diendapkan dalam bentuk kalsium oksalat di dalam sel tumbuhan?
Di dalam tubuh tumbuhan, asam oksalat bebas diendapkan di vakuola dalam bentuk kalsium oksalat karena asam oksalat dapat bersifat racun bagi tubuh tumbuhan itu sendiri. Tapi kalau Ca-oksalat tersebut berfungsi untuk tubuh tumbuhan. Biasanya senyawa ini berasal dari serangga.


8.      Xylem pada gymnospermae lebih sederhana dibanding xylem pada angiospermae. Jelaskan mengapa demikian?
Xylem pada gymnospermae lebih sederhana karena pada xylem tidak mempunyai trakea dan hanya berpembuluh. Sedangkan pada angiospermae, xilemnya mempunyai trakea dan berpembuluh.

9.      Bagaimana cara membedakan xylem dan floem pada preparat melintang batang?
Pada preparat melintang batang, biasanya xylemnya berada di luar floem tapi pada beberapa tanaman tidak seperti itu. Membedakan xylem dan floem yaitu pada xylem lebih gelap karena selnya rapat dan pada floem terang karena selnya tidak rapat. xilem letaknya lebih di bagian dalam (tengah) jika dibandingkan dengan floem.


10.  Apa perbedaan anomaly pada batang dan akar?
Anomali pada akar contohnya bintil-bintil akar yang tumbuh pada tanaman kacang-kacangan.
Anomali batang adalah kelainan atau struktur aneh pada batang yaitu, perilaku kambium pembuluh yang tidak biasa atau tidak sama dengan yang umumnya terjadi.
Ciri-ciri anomaly batang adalah terjadinya pertumbuhan sekunder yang tidak merata, aktifitas abnormal dari kambium, floem lebih banyak dari pada xilem, kambium dipisahkan dalam lekukan atau rigi, xilem terpotong-potong, terbentuk lingkaran konsentrik, adanya parenkim interfasikuler yang membentuk sel-sel kearah dalam. batang tersusun dari tiga daerah pokok yaitu epidermis, korteks, dan stele. Berkas pengankut terdiri dari floem dan xylem. Anomali umum terjadi pada tumbuhan Angiospermae.


Tidak ada komentar: