Sabtu, 20 April 2013

Jenis Limbah dan Cara Daur Ulangnya


Jenis Limbah dan Cara Daur Ulangnya

Pengertian Limbah
Limbah dapat diartikan zat atau bahan dari sisa produksi atau kegiatan.

Jenis Limbah
Berdasarkan karakteristiknya :
1.    Limbah cair
Yaitu limbah yang berbentuk cair.
2.    Limbah padat
Yaitu limbah yang berbentuk padat atau setengah padat.
Limbah padat dapat berupa campuran berbagai bahan baik yang tidak berbahaya  (sisa makanan) maupun berbahaya (limbah bahan berbahaya dan beracun dari industri).
Beberapa jenis limbah dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut ini:
Limbah padat berasal dari kegiatan industri maupun domestik. Pada umumnya, limbah domestik berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, perternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum. Beberapa contoh limbah padat, yaitu kertas, kayu, kain, karet, kulit tiruan, plastik, logam, dan kaca.
3.    Limbah gas dan partikel
Yaitu limbah berbentuk gas.
Gas-gas yang dikeluarkan dalam proses pembusukan, pembakaran, ataupun pembuangan limbah juga dapat mengganggu kesehatan. Cairan yang dihasilkan dari penguraian limbah organik padat disebut leachate (lindi). Lindi dapat menyerap zat-zat pencemar di sekelilingnya sehingga di dalam lindi terdapat mikroba patogen, logam berat, atau zat berbahaya lain.
4.    Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian berupa obat-obatan pembasmi hama penyakit (pestisi dan misalnya insektisida) dan pupuk organik, misalnya urea.
Berdasarkan sumbernya :
1.    Limbah kegiatan rumah tangga
Adalah hasil samping kegiatan yang terjadi di dalam rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, penginapan, dan sebagainya disebut limbah rumah tangga.
2.    Limbah transportasi
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan transportasi
Misalnya: Gas  karbon monoksida (CO) timbul akibat dari proses pembakaran yang tidak sempurna yang dapat terjadi pada mesin kendaraan, seperti mobil, sepeda motor, mesin dan industri, kereta api, dan lain-lain. Jika gas CO terhirup seseorang dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan badan lemas dan apabila berlanjut lama dapat menyebabkan kematian.
3.    Limbah industri
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan industri. Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik berbau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas dan limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, yang mengandung asam belerang, berbau menyengat seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik,  limbah pabrik farmasi, dan  lain-lain  Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.
4.    Limbah pertambangan
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan pertambangan
Contohnya: usaha pertambangan seperti ekplorasi emas, minyak, dan gas bumi yang mencakup areal luas, selain menghilangkan habitat berbagai jenis makhluk hidup juga merusak lapisan tanah di lokasi penambangan karena menghasilkan limbah berbahaya yang dapat mencemari lingkungan. Pertambangan emas, selain menghasilkan emas juga menghasilkan limbah merkuri yang dapat
merusak lingkungan.
5.    Limbah pertanian
Adalah limbah yang berasal dari kegiatan pertanian.
Berdasarkan sifatnya :
1.    Limbah organik
Adalah imbah yang dapat mengalami proses penguraian secara alamiah contohnya sisa hewan dan tumbuhan
Ada dua macam limbah organik yaitu limbah organik basah dan limbah organik kering. Limbah organik basah adalah limbah yang kadar airnya masih cukup tinggi (lebih dari 70%) seperti kulit buah dan sayuran. Sebaliknya, limbah organik kering adalah limbah yang kadar airnya rendah (di bawah 30%) seperti kertas, dedaunan, kayu, dan ranting.
2.    Limbah non organik
adalah limbah yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui dan sulit diuraikan secara alamiah oleh mikroorganisme, seperti minyak bumi, plastik, kaleng, dan botol.

Pengertian daur limbah
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi barang baru yang lebih bermanfaat.
Tujuan daur limbah
1.    Menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan
Contohnya: Kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan hanya sebagai limbah. Selain dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari limbah kotoran ternak atau sampah oganik lainnya oleh aktivitas bakteri. Kandungan utama dalam biogas adalah gas metana (CH4). Gas ini tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Kotoran dari sisa organisme, seperti kotoran sapi, kotoran kerbau, bahkan sampah dedaunan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas.
Dalam kotoran tersebut, masih ada kandungan energi yang belum termanfaatkan. Dengan aktivitas bakteri Methanobacterium, senyawa organik dalam kotoran tersebut difermentasi menghasilkan gas metana dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan rumah tangga (menyalakan kompor gas), penerangan, atau kepentingan lain.
2.    Melestarikan kehidupan makhluk yang terdapat di suatu lingkungan tertentu.
3.    Menjaga keseimbangan ekosistem makhluk hidup yang terdapat di dalam lingkungan.
4.    Mengurangi sampah anorganik, karena sampah anorganik ada yang dapat bertahan  hingga 300 tahun ke depan.
5.    Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan pembangunan manusia seutuhnya.
6.    Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana agar seluruh sumber daya alam digunakan oleh kepentingan orang banyak seproduktif mungkin dan menekan pemborosan seminimal mungkin.
7.    Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, oleh sebab itu pengembangan sumber daya alam senantiasa harus disertai dengan usaha memelihara kelestarian tata lingkungan.
8.    Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.
9.    Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1986 mengenai Analisis Dampak Lingkungan diantaranya, memberikan kewajiban kepada para pengelola dan pemilik pabrik untuk menyelenggarakan sebuah studi kelayakan teknis dan ekonomis serta analisis dampak lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan.
10.              Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Daur Ulang:
Sampah yang akan dibuang sebaiknya dipisahkan, yaitu sampah yang dapat terurai dan sampah yang tidak dapat diurai. Cara menangani limbah cair dan padat diharapkan tidak menyebabkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal istilah 4R yaitu sebagai berikut.
1.    Recycle (Pendaurulangan)
Proses  recycle misalnya untuk sampah yang dapat terurai dijadikan kompos. Kompos ini dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah sehingga dapat diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah dapat menyuburkan tanah dan kompos digunakan untuk pupuk.
2.    Reuse (Penggunaan Ulang)
Proses reuse dilakukan untuk sampah yang tidak dapat terurai dan dapat dimanfaatkan ulang, misalnya botol bekas sirup digunakan lagi untuk menyimpan air minum sirup lagi.
3.    Reduce
Reduce adalah melakukan pengurangan bahan/penghematan.
Contohnya jika akan berbelanja ke pasar atau supermarket sebaiknya dari rumah membawa tas. Janganlah meminta tas plastik dari toko atau supermarket kalau hanya dibuang saja.
4.    Repair
Repair artinya melakukan pemeliharaan. Contohnya membuang sampah tidak sembarangan.
Cara pengelolaan limbah organik dengan cara didaur ulang.
1.     Pemanfaatan langsung, sebagai pakan ternak seperti sisa tumbuh-tumbuhan, sayuran, dan makanan.
2.    Pengomposan (Composting), adalah pengolahan limbah organik dengan bantuan mikroorganisme yang menghasilkan kompos. Kompos merupakan pupuk yang mempunyai nilai komersil karena dapat dipasarkan.
3.    Menjadi bentuk lain yang bermanfaat, misalnya limbah serabut kelapa dijadikan kerajinan tangan berupa keset. Sampah plastic dimanfaatkan sebagai hiasan atau dibuat menjadi, pot, dan rak peralatan rumah tangga.
Pembuatan biogas dari kotoran hewan dan manusia sebagai bahan bakar rumah tangga.
4.    Menjadi bentuk semula yang bermanfaat, misalnya limbah kertas dari perkantoran, rumah tangga dan pembungkus kacang dijadikan kertas kembali.
Limbah anorganik dapat dimanfaatkan melalui proses mendaur ulang. Limbah anorganik yang masih dapat didaur ulang, misalnya plastik, logam, dan kaca. Limbah anorganik dapat di daur ulang dengan cara sebagai berikut.
1.    Menjadi bentuk lain yang bermanfaat, misalnya limbah kaleng untuk kerajinan tangan yang mempunyai nilai seni, misalnya mobil-mobilan dan lampu hias.
2.    Menjadi bentuk asal yang bermanfaat, misalnya limbah plastic diproses kembali menjadi alat-alat rumah tangga, seperti ember, piring, gelas dan cangkir.

Daur Ulang Sampah Organik
Sampah organik pada umumnya berasal dari limbah rumah tangga, hotel, restoran, perkantoran, dan limbah pertanian. Jenis sampah tersebut sebetulnya masih banyak mengandung air, serat, dan senyawa organic kompleks.
Limbah (sampah) organik yang tidak beracun dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian. Bahan organik yang berasal baik dari tumbuhan maupun hewan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan. Sampah yang berasal dari bahan organik tersebut dapat diolah menjadi pupuk organic dan pestisida organik.
Pupuk organik berasal dari penguraian bahan organik, seperti daun tanaman dan kotoran hewan. Jenis pupuk organik antara lain pupuk kandang, pupuk hijau, kompos. Pupuk organik mempunyai kelebihan, yaitu mempunyai unsur hara yang lengkap, dapat memperbaiki struktur tanah, dan memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah. Pupuk organic yang bahannya berupa kotoran hewan disebut pupuk kandang. Adapun yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan disebut pupuk hijau.
Ternyata limbah (sampah) yang berasal bahan organik tidak selalu menimbulkan dampak negatif, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Produk tersebut selain tidak merusak lingkungan dan murah harganya, juga mudah proses pembuatannya sebagai berikut
Jenis mikroorganisme yang Terdapat Kultur Effective Microorganism (EM) dan Perannya
Limbah dari sisa detergen dan pestisida (misalnya DDT) dapat merangsang pertumbuhan kanker (bersifat karsinogen), menyebabkan gangguan ginjal, dan gangguan kelahiran. DDT (Dikloro Difenil Trikloretana) bersifat nonbiodegradabel  (tidak dapat terurai secara alamiah),

2 komentar:

Unknown mengatakan...

bisa di ringkes lagi ngax????

Anonim mengatakan...

Terima kasih, kakak. Informasinya lengkap sekali.